Jumat, 07 Januari 2011

PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN VOLUME PENJUALAN PADA DISTRIBUTION OUTLET (DISTRO) “WHY NOT” DI BEKASI


BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN

A.     Sejarah Distro Why Not

Seperti halnya Distro yang berada di Bandung, munculnya permintaan pakaian yang lebih banyak dari kalangan anak muda dan ide-ide kreatif baru bermunculan dari para designer mengakibatkan pangsa pasar di bisnis Distro terbuka lebar dan potensial. Hal ini rupanya dapat dilihat oleh pemilik Distro Why Not sebagai peluang untuk membangun usahanya di kota Bekasi. Distro Why Not berdiri pada awal tahun 2003 yang didirikan oleh Hari Firmanto. Distro ini berada di 5 tempat, yaitu di daerah Jl. Raya Pondok Ungu Permai,  Jl. K.H Agus Salim, Pekayon, Jatibening dan Karawang. Keseluruhannya berada di daerah Bekasi serta Karawang, Jawa Barat. Pemilik distro membangun usahanya di Bekasi karena ingin memenuhi keinginan masyarakat khususnya anak muda di kota Bekasi akan kebutuhan pakaian yang modis serta modern. Distro ini menjual berbagai macam produk seperti pakaian, celana, jaket/sweeter, tas, sandal, topi, gelang, dompet serta berbagai macam perlengkapan aksesoris yang sedang trend saat ini. Distro Why Not mempromosikan produknya melalui berbagai macam media, seperti melalui media online internet, iklan, pameran/stand, maupun sebagai sponsor untuk grup band.

B.      Analisa Data Penjualan Periode Bulan Januari - Juni 2010
Setiap perusahaan dikatakan berhasil apabila perusahaan dapat mencapai tujuan yaitu memperoleh keuntungan yang maksimal. Hal ini ditentukan oleh peningkatan penjualan produk setiap bulannya. Untuk mengetahui penjualan yang diperoleh Distro Why Not, maka penulis menyajikan perhitungan yang berdasarkan presentase tingkat pertumbuhan hasil penjualan.

Tabel 1
Data Hasil Penjualan Distro Why Not
Periode Bulan Januari – Juni 2010


     Sumber: Distro Why Not yang diolah penulis.

Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase pertumbuhan penjualan pada Distro Why Not adalah sebagai berikut:

Berdasarkan tabel 1 dapat disimpulkan bahwa penjualan yang diterima oleh Distro Why Not yaitu pada bulan Januari besarnya penjualan 18,295,500. Kemudian pada bulan Februari Distro Why Not mengalami kenaikan penjualan sebesar Rp 20,253,000  dengan selisih kenaikan sebesar Rp 1,957,500 dan persentase kenaikan sebesar 10.70%. Sedangkan pada bulan Maret Distro Why Not mengalami penurunan penjualan sebesar Rp 17,059,000 dengan persentase sebesar 15,77% dan selisih penurunan sebesar Rp 3,194,000. Kemudian pada bulan April Distro Why Not mengalami kenaikan penjualan kembali sebesar Rp 17,882,000 dengan persentase kenaikan sebesar 4.82% dan selisih kenaikan sebesar Rp 823,000. Kemudian pada bulan Mei Distro Why Not juga masih mengalami kenaikan penjualan sebesar Rp 20,318,000 dengan selisih kenaikan sebesar Rp  2,436,000 dan persentase kenaikan sebesar 13.62%, namun pada bulan Juni Distro Why Not mengalami penurunan penjualan kembali sebesar Rp 17,671,000 dengan persentase 13.03% dan selisih penurunan penjualan sebesar Rp 2,647,000. Untuk lebih jelas tentang hasil penjualan Distro Why Not penulis akan menggambarkan grafik sebagai berikut:

Grafik 1
Tingkat Hasil Penjualan Distro Why Not (Dalam Jutaan Rupiah)

Dari grafik 1 dapat dilihat bahwa hasil penjualan Distro Why Not mengalami peningkatan dua bulan pertama pada tahun 2010. Namun pada bulan Maret Distro Why Not mengalami penurunan hasil penjualan yang cukup signifikan, tetapi diikuti dengan peningkatan hasil penjualan pada bulan April dan Mei meskipun terjadi penurunan kembali pada bulan selanjutnya. Hal ini dapat ditunjukkan oleh grafik di atas yang menunjukkan hasil penjualan yang fluktuatif.


C.      Analisa Biaya Promosi Periode Bulan Januari – Juni 2010
Suatu Distro melakukan kegiatan promosi yang lancar agar produk yang dijual dikenali oleh masyarakat dan pada akhirnya berminat untuk membelinya. Untuk melaksanakan kegiatan promosi Distro mengeluarkan biaya yang cukup tinggi dan hal ini membutuhkan perencanaan yang cukup matang serta efektif untuk mengetahui seberapa besar biaya promosi yang dikeluarkan oleh Distro Why Not, maka penulis menyajikan tabel perhitungan yang berdasarkan persentase pertumbuhan biaya promosi.

Tabel 2
Data Biaya Promosi Distro Why Not
Periode Bulan Januari – Juni 2010

 
     Sumber: Distro Why Not yang diolah penulis.

Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase biaya promosi pada Distro Why Not adalah sebagai berikut:




Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa biaya promosi yang dikeluarkan oleh Distro Why Not yaitu pada bulan Januari Rp 2,639,200 dan pada bulan Februari sebesar Rp 3,137,750 pada bulan ini mengalami peningkatan sebesar Rp 498,550 dengan persentase 18.89% untuk biaya promosi. Sedangkan untuk bulan Maret biaya promosi mengalami penurunan sebesar Rp 2,884,850 dengan selisih penurunan biaya sebesar Rp 252,900 atau dengan persentase sebesar 8.06%. Sementara untuk bulan April mengalami peningkatan biaya promosi sebesar Rp 3,281,800 dengan persentase 13.76% dan selisih kenaikan yaitu sebesar Rp 396,950. Selanjutnya, pada bulan Mei juga mengalami kenaikan biaya promosi sebesar Rp 3,911,850 dengan persentase 19.20% dan selisih kenaikan sebesar Rp 630,050. Namun, pada bulan Juni mengalami penurunan biaya promosi sebesar Rp 2,980,500 dengan persentase 23.81% dan selisih penurunan biaya promosi sebesar Rp 931,350.
Untuk lebih jelasnya mengenai biaya promosi penulis  menggambarkannya dalam bentuk grafik sebagai berikut:

Grafik 2
Data Biaya Promosi Distro Why Not



Dalam grafik 2 dapat dilihat bahwa hasil penjualan Distro Why Not mengalami peningkatan dua bulan pertama pada tahun 2010. Namun pada bulan Maret Distro Why Not mengalami penurunan hasil penjualan yang cukup signifikan, tetapi diikuti dengan peningkatan hasil penjualan pada bulan April dan Mei meskipun terjadi penurunan kembali pada bulan selanjutnya. Hal ini dapat ditunjukkan oleh grafik di atas yang menunjukkan hasil penjualan yang fluktuatif.


D.     Pengaruh Promosi Dalam Meningkatkan Volume Penjualan Pada Distro Why Not
Promosi sangat terpengaruh terhadap hasil penjualan suatu Distro karena dengan adanya kegiatan promosi, Distro berharap dapat mengalami peningkatan volume penjualan pada setiap bulannya.

Tabel 3
Perbandingan Biaya Promosi dan Hasil Penjualan
Distro Why Not

 
    Sumber: Distro Why Not yang diolah penulis.


E.      Analisa Data
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara biaya promosi dalam meningkatkan penjualan Distro Why Not, maka penulis menggunakan analisa persamaan regresi, koefisien korelasi, dan koefisien determinasi. Tabel berikut menyajikan perhitungan koefisien antara biaya promosi dengan penjualan.

Tabel 4
Perhitungan Korelasi Biaya Promosi dengan Penjualan
Distro Why Not Periode Bulan Januari – Juni 2010
(Dalam Jutaan Rupiah)

     Sumber: Distro Why Not yang diolah penulis.

1.      Untuk menghitung kuat atau tidaknya hubungan antara biaya promosi dalam meningkatkan volume penjualan dapat dihitung dengan menggunakan analisis koefisien korelasi. Adapun rumusnya sebagai berikut:


Dimana:
r = Koefisien Korelasi
n = Jumlah bulan yang diteliti
X = (Variabel Independent) Biaya Promosi
Y = (Variabel Dependent) Hasil Penjualan

Besar nilai koefisien korelasi :

Artinya:
a.      Nilai r = -1, maka hubungan antara variabel X dan Variabel Y sangat kuat dan bersifat negatif.
b.      Nilai r = 0, atau mendekati 0, maka hubungan antara variabel X dan variabel Y tidak ada sama sekali atau lemah.
c.        Nilai r = +1, atau mendekati 1, maka hubungan antara variabel X dan variabel Y  kuat dan bersifat positif.
Perhitungan korelasi antara biaya promosi dengan hasil penjualan adalah sebagai berikut:


Dari hasil perhitungan analisis korelasi di atas antara biaya promosi dengan volume penjualan Distro Why Not dari bulan Januari – Juni 2010 menghasilkan r = 0.617, yang berarti ada hubungan  kuat dan positif yang menunjukkan bahwa peningkatan biaya promosi pada umumnya mempengaruhi peningkatan volume penjualan.

2.      Untuk menghitung seberapa besar kontribusi hubungan antara biaya promosi dalam meningkatkan volume penjualan dapat dihitung dengan menggunakan rumus koefisien determinasi. Dimana perhitungan besar kontribusi antara biaya promosi dengan hasil penjualan adalah sebagai berikut:


Dari perhitungan di atas diketahui besarnya KD = 38.06% yang berarti bahwa besarnya kontribusi antara biaya promosi dalam meningkatkan volume penjualan adalah sebesar 38.06% sedangkan sisanya 61.94% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pengembangan produk, harga, selera konsumen dan lain-lainnya. Dengan demikian dari hasil yang dicapai Distro Why Not dalam enam bulan terakhir (Januari – Juni 2010) telah membuktikan bahwa kegiatan promosi telah berpengaruh dengan baik dalam peningkatan volume penjualan, karena jika biaya promosi naik penjualan pun akan naik tetapi jika biaya promosi diturunkan penjualan pun akan menurun.

3.      Untuk menghitung seberapa besar pengaruh antara biaya promosi terhadap peningkatan volume penjualan dapat dihitung dengan menggunakan analisis persamaan regresi.
Rumus persamaan regresi sebagai berikut:



Dimana:





Apabila X = 0, maka Y = 12.4087 atau apabila Distro Why Not tidak mengeluarkan biaya promosi maka nilai penjualan sama dengan 12,408,700.
Persamaan fungsinya menjadi Y = 12.4087 + 1.9654X ini berarti apabila ada peningkatan biaya promosi sebesar 1,000,000 maka penjualan akan mengalami peningkatan sebesar 1.9654 x 1,000,000  = Rp 1,965,400.

1 komentar:

anacleto mengatakan...

thank,s !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Poskan Komentar

 
;